BAB I
PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang
Sekarang ini banyak perusahaan yang menggunakan berbagai sarana
dalam usahanya untuk meningkatkan Customer Relationship Management (CRM).
Secara khusus mereka berusaha memberikan layanan yang sifatnya personal
sehingga dapat memberikan kepuasan yang tinggi pada pelanggannya, baik sebagai stakeholder
maupun shareholder. Dengan demikian diharapkan akan terjalin value
chain yang kuat di antara mereka melalui customer relationship (hubungan
dengan pelanggan).
Untuk dapat meningkatkan CRM, perusahaan tidak segan melakukan
investasi yang cukup mahal dan teknologi canggih yang mampu memberikan layanan
yang maksimal bagi pelanggan. Di sisi lain banyak perusahaan software yang
menjual dan menawarkan aplikasi sistem ini Web applications seperti e-mail
marketing dan the dot-coms. CRM merujuk pada software system yang
membantu perusahaan memperoleh dan menyimpan data pelanggannya serta melakukan
hubungan dua arah. Tetapi saat ini CRM lebih menekankan pada perubahan
kebijakan dan prosedur yang didesain untuk meningkatkan sales dan customer
retention di berbagai lini perusahaan. Oleh karena itu dalam tulisan ini
penulis akan membahas apa yang dimaksud dengan CRM dan tujuannya, mengapa
perusahaan perlu CRM, aplikasi CRM dalam suatu perusahaan,
tipe-tipe lain dalam sistem menejemen hubungan pelanggan, Supply Chains, Serta
informasi pendukung dari manajemen supply chains.
2.
Rumusan Masalah
a)
Mengidentifikasi definisi tentang Manajemen Hubungan Pelanggan
b)
Sistem Operasional dalam Manajemen Hubungan Pelanggan
c)
Analisis Sistem Manajemen Hubungan Pelanggan
d)
Tipe lain dalam Sistem Manajemen Hubungan Pelanggan
e)
Rantai Pasokan ( Supply Chains )
f)
Informasi Teknologi Pendukung dalam Manajemen Rantai Pasokan
3.
Tujuan Dan Manfaat
Tujuan pembuatan (CRM)
Customer Relationship Management adalah
1. agar dapat menciptakan
hubungan yang lebih baik antara perusahaan dengan customer sehingga pihak
perusahaan dapat mengenal lebih jelas karakteristik dari pelanggan yang
beranekaragam
2. memberikan masukan dan
pendapat tentang bagaimana cara penerapan CRM (Customer Reletionship
Managemant) di dalam suatu organisasi dan juga faktor-faktor maupun kiat-kiat
yang harus dilakukan ataupun dipenuhi dalam penerapan CRM Meningkatkan
Efisiensi Operasional
Manfaat pembuatan (CRM)
Customer Relationship Management adalah
1. menjadikan keberadaan
marketing, customer support dan customer care menjadi lebih efektif
2. diharapkan para pelanggan
bisa merasakan pelayanan yang memuaskan dari perusahaan, dan diharapkan pula
perusahaan akan terbiasa dengan melihat kondisi para pelanggannya terlebih
dahulu sebelum para pemimpin perusahaan mengambil sebuah keputusan.
3. Pembaca dapat mengerti
tentang faktor-faktor kunci kesuksesan dalam penerapan CRM
4. Menambah wawasan pembaca
tentang cara yang harus dilakukan agar terhindar dari kegagalan penerapan CRM
BAB II
PEBAHASAN
1.
Manajemen Hubungan
Pelanggan (CRM)
Manajemen
Hubungan Pelanggan ( Customer Relationship Management “CRM” ) merupakan jenis
manajemen yang secara khusus membahas tentang strategi
perusahaan dalam menangani hubungan antara perusahaan dengan pelanggannya,
melalui komunikasi yang mendalam yang
mana tujuannya untuk meningkatkan akuisisi (acquisition), menahan (retention) dan loyalitas pelanggan
serta meningkatkan
hubungan dengan tiap pelanggan guna mencapai pertumbuhan perusahaan yang sehat.
Fungsi dari CRM (Customer Relationship Management) itu sendiri yaitu :
·
Mendapatkan
pelanggan sebanyak-banyaknya
·
Mempertahankan
dan meningkatkan order pelanggan
·
Menjual
produk sebanyak-banyaknya ke pelanggan
·
Mengidentifikasi
faktor-faktor yang penting bagi pelanggan.
·
Mengusung
falsafah Customer Oriented ( Customer Centric ).
·
Mengadopsi
pengukuran berdasarkan sudut pandang pelanggan.
·
Membangun
proses ujung ke ujung dalam melayani pelanggan.
·
Menyediakan
dukungan pelanggan yang sempurna.
·
Menangani
keluhan / komplain pelanggan.
·
Mencatat
dan mengikuti semua aspek dalam penjualan.
·
Membuat
informasi holistik tentang informasi layanan dan penjualan dari pelanggan.

Gambar 01. Proses CRM
Hal-hal yang berhubugan
dengan CRM :
A. Pelanggan Loyal
Istilah di
CRM ini fokusnya yaitu mendapatkan pelanggan yang setia (loyal) kepada kita
sehingga produk yang ditawarkan bias laku keras di pasaran.Hal ini akan
menyebabkan perusahaan mendapatkan untung besar. Sedangkan pelanggan loyal yaitu pelanggan yang
setia terdahap produk tertentu pada sebuah perusahaan.
Ciri-ciri daripada pelanggan setia
seperti :
·
Antusias
terhadap perusahaan atau produk kita
·
Menyebarkan
informasi yang positif tentang produk atau perusahaan kita
·
Tidak
terlalu mempersoalkan harga
·
Lebih
bias memaafkan jika terjadi kesalahan
B. Pendistribusian produk ke pelanggan
Dalam
pendistribusian ke pelanggan biasanya perusahaan yaitu memakai metode Share Of Market dan Share Of Customer. Perbedaan
antara kedua metode diatas yaitu :
|
Strategi Pembagian Pasar
(Share
Of Market)
|
Strategi Pembagian Pelanggan
(Share
Of Customer)
|
|
∙
Perusahaan harus menjual suatu produk
ke sebenyak mungkin pelanggan
|
∙
Perusahaan harus menjual sebanyak mungkin produk kepada satu pelanggan
|
|
∙ Harus membedakan produk dengan persaing
|
∙ Harus
membedakan satu pelanggan dengan pelanggan lainnya
|
|
∙ Menjual kepada Pelanggan
|
∙ Bekerjasama dengan pelanggan
|
|
∙ Mencari standart untuk pelanggan
baru
|
∙ Mencari standart bisnis baru dari
pelanggan
|
|
∙
Menggunakan media masa untuk membangun brand
|
∙
Menggunakan komunikasi interaktif untuk menentukan kebutuhan individu dan
berkomunikasi dengan masing-masing individu
|
Dari tabel
perbedaan diatas kita dapat menyimpulkan bahwa untuk share of market
perusahaan dalam
pendistribusian produknya berfokus pada penambahan pelanggan baru,hal ini dapat
menyebabkan hal negative yaitu perusahaan kemungkinan besar akan memperoleh
keuntungan yang minimal dan tidak punya pelanggan loyal yang berpotensi
melakukan pembelian banyak. Sedangakan untuk Share Of Customer tidak
berfokus pada penambahan pelanggan namun lebih pada meningkatkan kepuasan
pelanggan yang sudah ada sehingga pelanggan akan melakukan order yang lebih
banyak pada perusahaan kita yang akan meraup keuntungan lebih besar.
Dalam
istilah CRM tidak hanya dikenal dengan pelanggan loyal tetapi juga ada
kebalikan daripada itu yaitu Pelanggan Churn. Pelanggan Churn yaitu
pelanggan yang sudah tidak setia lagi kepada produk perusahaan kita dan
kemudian berpindah ke perusahaan lain untuk mendapatkan produk yang sejenis
yang dikarenakan beberapa faktor antara lain :
- Pendekatan perusahaan terhadap
pelanggan kurang
- Pelanggan masih mencari variasi
lingkungan produk yang lain
- Pengaruh dari pihak Pesaing
Maka dari
itu untuk mendapatkan pelanggan yang loyal perusahaan harus melakukan beberapa
hal atau tahapan. Tahapan tersebut
berupa :
![]() |
![]() |
![]() |
1.Get
Pertama yang
harus dilakukan perusahaan yaitu mendapatkan pelanggan yang menguntungkan.Hal
ini dapat dilakukan oleh perusahaan dengan promosi produk yang ditawarkan ke
pelanggan melalui berbagai media,baik media cetak seperti Koran,Majalah atau
Poster maupun media elektronik seperti televise dan internet.
2.Keep
Setelah
perusahaan mendapatkan pelanggan,perusahaan harus menjaga pelanggan tersebut
agar tidak churn (berpindah).Hal tersebut dapat dilakukan oleh perusahaan
dengan berbagai cara salah satunya yaitu mendengarkan dan menerima keluh kesah
dan masukan yang diberikan oleh pelanggan yang dapat dilakukan dengan cara menyediakan
Customer Service yang melayani selama
24 jam.
3.Grow
Grow disini
yaitu perusahaan menawarkan produk-produk baru ke pelanggan atau juga bisa
pelanggan dijadikan sebagai media promosi untuk menawarkan produk kita ke
pelanggan lain,salah satu caranya yaitu seperti dari mulut ke mulut.
Setelah
tahapan-tahapan itu tercapai,kemungkinan besar perusahaan akan mendapatkan apa
yang disebut dengan pelanggan loyal itu.
CRM menggunakan teknologi informasi untuk menciptakan cross-functional
enterprise system yang mengintegrasikan dan mengotomatisasi proses layanan
pelanggan dalam bidang penjualan, pemasaran, dan layanan produk/ jasa berkaitan
dengan perusahaan. Sistem CRM juga menciptakan IT framework yang
menghubungkan semua proses dengan bisnis operasional perusahaan.
Selain itu sistem CRM juga meliputi sekumpulan modul software yang
membantu aktivitas bisnis perusahaan, seperti proses kantor depan. Software CRM
adalah sebuah alat yang memungkinkan perusahaan untuk memberikan layanan yang
cepat, prima serta konsisten pada pelanggannya dan dapat digambarkan sebagai
berikut:

Gambar 02. Sistem CRM dalam Proses Bisnis
Banyak paket software diciptakan untuk memudahkan customer
relationship, tetapi kebanyakan tergantung dari perolehan, updating dan
utilisasi profil individu pelanggan. Profil-profil pelanggan ini biasanya
disimpan dalam data warehouse, dan data mining digunakan untuk
mengekstrasi informasi yang berhubungan dengan perusahaan dari pelanggan yang
bersangkutan. Selanjutnya profil pelanggan ini terhubung secara on line sehingga
mereka yang bekerja dalam perusahaan itu dapat menghubungi pelanggan yang
bersangkutan. Selain itu Web-based front-ends telah diciptakan sehingga
pelanggan dapat menghubungi perusahaan secara online untuk memperoleh
informasi mengenai produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan itu,
memesan order, mengecek status order yang ada, memperoleh jawaban atas
pertanyaan yang diajukan atau untuk memperoleh layanan. Paket software CRM
membantu perusahaan untuk memasarkan, menjual, dan melayani pelanggan melalui
multi media, termasuk Web, call centers, field representatives, business
partners, retail and dealer networks.
Program CRM dalam penerapannya dapat dilihat seperti gambar
berikut ini:

Gambar 03. Sistem Berbasis IT
C.
Kebutuhan
CRM
O’Brien (2002, pp.130-1) menegaskan bahwa CRM
memungkinkan perusahaan mengidentifikasi dan membidik pelanggan terbaiknya,
yaitu mereka yang menguntungkan perusahaan, sehingga mereka dapat dipertahankan
menjadi pelanggan yang setia untuk jangka panjang. Mereka diharapkan akan memberikan keuntungan yang lebih besar bagi
perusahaan. Selain itu, CRM memungkinkan realtime customization and
personalization atas produk dan jasa berdasarkan keinginan, kebutuhan,
kebiasaan pembelian dan siklus kehidupan pelanggannya. CRM juga memantau data
pelanggannya setiap kali dia melakukan kontak dengan perusahaan. CRM
memungkinkan perusahaan untuk menyediakan layanan dan dukungan yang konsisten
dan prima terhadap semua kontak yang diinginkan pelanggannya sehingga pelanggan
memperoleh pengalaman yang menyenangkan. Semua keuntungan ini memberikan nilai
bisnis yang strategis bagi perusahaan sekaligus perceived value bagi
pelanggannya.
CRM meliputi sentralisasi semua data pelanggan perusahaan dan
otomatisasi kegiatan mengelola sales, marketing, dan customer service
yang membosankan sehingga para profesional dapat menggunakan waktunya untuk
melayani pelanggannya secara lebih efektif dan efisien terutama dalam melakukan
kegiatan administrasinya. Sejak ditemukannya 12 tahun lalu, CRM terbukti telah
membantu perusahaan untuk melakukan transaksi lebih cepat, membantu dalam
menentukan segmentasi dan mencapai target pelanggannya lebih baik, serta
meningkatkan customer satisfaction and loyalty secara dramatis dengan
memberikan layanan yang prima.
Keuntungan CRM sudah jelas yaitu dapat mempercepat proses dan
memberikan kemudahan bagian sales, marketing dan service personnel dengan
informasi pelanggan yang lebih baik dan lengkap. CRM memberi kemudahan pada
perusahaan untuk membangun customer relationship dan mengurangi biaya
operasional. Di bagian sales, otomatisasi proses penjualan dapat menjadi
sangat sederhana. CRM membantu mengurangi siklus penjualan dengan adanya
informasi pelanggan yang relevan dan tersedia setiap saat sehingga memungkinkan
pekerjaan menjadi lebih efisien. Proses otomatisasi ini juga memungkinkan pihak
manajemen untuk mengecek kinerja timnya secara real time dan mengetahui
siapa yang benar-benar sedang bekerja dan siapa yang tidak bekerja. Dengan
informasi ini, pihak manajemen dapat menyesuaikan alir proses penjualan ke
dalam sistem untuk mengurangi bottleneck sehingga diperoleh perkiraan
pendapatan dan siklus penjualan yang lebih tepat.
Dengan adanya otomatisasi fungsi-fungsi marketing seperti campaign
design and management, email marketing, lead assignment and management,
perusahaan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas bagian marketing.
Otomatisasi ini dapat membidik pelanggan potensial, sumber daya utama dan
informasi geografis yang membantu siklus penjualan. Pihak manajemen dapat
memahami program-program yang diciptakan untuk meningkatkan pendapatan secara
maksimal. Dengan demikian, manajemen dapat mengetahui program marketing mana
yang paling efektif dan mana yang perlu ditingkatkan untuk membidik investasi marketing
secara lebih sukses dengan cara mengidentifikasikan new markets dan opportunities,
menyederhanakan proses marketing, mengkuantifikasi ROI biaya marketing, dan
meningkatkan produktifitas marketing dengan mengurangi acquisition
costs.
Customer service dan call
center operations dapat menggunakan CRM untuk membantu para staff dengan
informasi yang terbaru dan up-to-date dari semua transaksi yang terjadi
di bagian ini. Dengan otomatisasi service request management, knowledge
bases dan call routing, para staff dapat menjadi lebih produktif
dengan memastikan bahwa semua permintaan layanan pelanggan dapat dijawab dan
setiap masalah pelanggan dapat diselesaikan dengan baik secara lebih cepat.
Karena para staff memperoleh akses langsung atas customer records, maka
mereka dapat mengantisipasi setiap peluang/ masalah yang ada untuk memperoleh
solusi layanan. Sebagai imbalannya, pelanggan akan memperoleh layanan yang
prima sehingga meningkatkan customer retention and loyalty .
CRM dapat dijelaskan melalui gambar berikut ini:

Gambar 04. Alur Aktivitas Bisnis dengan Database
CRM
2.
Komponen dalam CRM
CRM yang terdiri dari ketiga komponen di atas
memiliki tujuan secara umum yaitu untuk memaksimumkan keuntungan perusahaan
sejalan dengan meningkatkan dan memelihara kepuasan pelanggan.
Secara
garis besar, CRM dapat diklasifikasikan dalam
jenis, yaitu :
1.
Operasional CRM
Operasional CRM mencakup
otomatisasi yang terintegrasi dari keseluruhan proses bisnis, termasuk di
dalamnya customer touch-points dan customer channels dan integrasi front office-back office.
Operational CRM mengoptimasi proses bisnis yang berinteraksi
secara langsung dengan pelanggannya. CRM memiliki berbagai macam aplikasi yang
diterapkan dalam pemasaran, penjualan dan pelayanan yang mendukung proses
bisnis. Aplikasi proses bisnis yang menerapkan hal diatas tergolong dalam
aplikasi operasional.
Aplikasi
operational CRM dibedakan menjadi dua, yaitu:
a.
Customer-Facing
Application
Faktor utama dari aplikasi CRM Customer-Facing adalah Customer Service and Support, Sales Force
Automation, marketing, and Campaign Management. Disebut Customer-Facing karena pada kenyataanya,
pihak perusahaan ini langsung berhubungan dengan pelanggannya.
1.
Layanan Pelanggan dan Dukungan ( Customer
Service and Support)
Modul layanan pelanggan pada system CRM meyediakan informasi dan
alat untuk meningkatkan efisiensi para staff di pusat panggilan, pusat bantuan,
dan pusat dukungan pelanggan. Modul ini juga mempunyai kemampuan untuk
mengarahkan dan mengelola permintaan layanan pelanggan.
Salah satu kemampuanya adalah jalur telepon untuk perjanjian atau
mendapatkan saran: ketika pelanggan menelpon suatu nomer teleponstandar, system
ini mengalihkan panggilan tersebut kepada orang yang tepat, yang memasukkan
informasi tentang pelanggan tersebut. System CRM dapat juga mencakup kemampuan
layanan mandiri berbasis WB: situs Web perusahaan dapat dibuat untuk dapat
memberikan dukungan informasi personal kepada pelanggan, seperti halnya pilihan
untuk menghubungi staf layanan pelanggan melalui telepon untuk memperoleh
bantuan tambahan.
Menyadari layanan yang merupakan faktor penting dalam menarik dan
mempertahankan pelanggan , organisasi semakin beralih ke teknologi untuk
membantu mereka meningkatkan pengalaman klien mereka ' sementara bertujuan
untuk meningkatkan efisiensi dan meminimalkan biaya . Meski begitu, sebuah
studi 2009 menunjukkan bahwa hanya 39 % dari eksekutif perusahaan percaya
karyawan mereka memiliki alat yang tepat dan wewenang untuk memecahkan masalah
klien . " . Inti untuk aplikasi ini telah dan masih solusi call center
yang komprehensif , termasuk fitur seperti panggilan routing cerdas , integrasi
telepon komputer ( CTI ) , dan kemampuan eskalasi .
2.
Otomatisasi Tenaga Penjualan (Sales Force
Automation / SFA)
Sales Force Automation (SFA) adalah komponen
dari sebuah sistem operasional CRM yang secara otomatis mencatat semua komponen dalam proses transaksi penjualan. Modul atomatisasi tenaga penjual (SFA) pada system CRM membuat
staff penjualan meningkatkan produktivitasnya dengan memfokuskan usaha
penjualan kepada pelanggan yang paling menguntungkan, yaitu yang merupakan
kandidat terbaik untuk melakukan penjualan dan memberikan layanan. System CRM menyediakan
prospek penjualan dan informasi kontak, kapabilitas konfigurasi produk, dan
kapabilitas pembuatan tawaran penjualan. Peranti lunak tersebut dapat
mengumpulkan informasi tentang pembelian seorang pelanggan tertentu di masa
lalu untuk membantu penjual membuat rekomendasi yang bersifat pribadi.
3.
Pemasaran (Marketing)
Sistem-sistem CRM mendukung kepada pemasaran
langsung dengan cara menyediakan kemampuan untuk mendapatkan prospek dan data
pelanggan, untuk menyediakan informasi tentang produk dan layanan, untuk
menyeleksi calon pelanggan untuk pemasaran terarah, dan untuk menjadwalkan dan
menelusuri surat-menyurat atau e-mail pemasaran, panggilan dan dukungan layanan
pelanggan, dan otomatisasi pemasaran.
Sistem CRM untuk pemasaran membantu perusahaan mengidentifikasi
dan menargetkan klien potensial dan menghasilkan lead untuk tim penjualan .
Kemampuan pemasaran kunci melacak dan mengukur kampanye multichannel , termasuk
email , pencarian , media sosial , telepon dan surat langsung . Metrik dipantau
mencakup klik , tanggapan , lead , penawaran , dan pendapatan . Ini telah
digantikan oleh otomatisasi pemasaran dan Prospek Relationship Management ( PRM
) solusi yang melacak perilaku pelanggan dan memelihara mereka dari kontak
pertama untuk penjualan , sering memotong proses penjualan aktif sama sekali .
4.
Manajemen Kampanye ( Campaign Management )
Aplikasi manajemen kampanye membantu organisasi merencanakan kampanye dengan mengirimkan pesan yang tepat kepada orang yang tepat
dan melalui
saluran yang tepat. Organisasi mengelola pelanggan mereka sangat hati-hati untuk
menghindari dan menargetkan orang-orang yang telah memilih
keluar dari menerima komunikasi
pemasaran. lebih lanjut, perusahaan
menggunakan aplikasi ini untuk
mempersonalisasi pesan inidividual untuk setiap pelanggan tertentu.
b.
Customer-Touching
Application
Dalam Customer Toching Application ini
pelayanan terhadap pelanggan tidak berhubungan secara langsung atau bertatap
muka dengan pihak pelayanan perwakilan masarakat melainkan melalui aplikasi system
atau media jarak jauh.
Strategi operational CRM
ini memfasilitasi traditional CRM, yang berfokuskan bagaimana membuat
pelayanan, penjualan dan atau departemen pemasaran lebih efisien dan
meningkatkan profitabilitas perusahaan dan pelanggan. Sedangkan infrastruktur
dan servis dari collaborative CRM membuat perusahaan dapat berinteraksi dengan channelnya, yakni semua
pihak yang memungkinkan berhubungan dengan perusahaan.
Contoh Aplikasinya Yaitu :
1.
Personalized Web Pages
2.
FAQs
3.
E-mail and automated response
4.
Chat rooms
5.
Call center
6.
Troubleshooting tools
2.
Analisis CRM
Merupakan proses analisis dari data-data yang dihasilkan pada
Operational CRM. Tantangan bagi perusahaan sekarang
ini adalah untuk mengerti apa yang menjadi permintaan pelanggan dan memberikan
respon, secara lebih baik, mengantisipasi kebutuhan mereka. Namun, banyak
perusahaan hanya berfokus untuk mengimplementasikan penggunaan CRM hanya
sebatas untuk ‘mendengar’ kebutuhan dan keluhan dari pelanggan, yang pada
praktisnya hanya berkonsentrasi pada komponen operational dan collaborative
CRM, sehingga analisis akan pemahaman dan pengenalan terhadap pelanggan yang
sebenarnya belum terjadi. Diperlukan komponen Analytical CRM untuk mengoptimalkan hubungan perusahaan dengan
pelanggannya.
Analytical CRM
memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan suatu pengetahuan akan pelanggan dan
melakukan penaksiran atau estimasi terhadap pelanggan berdasarkan data-data
analisis yang dipakai. Pengetahuan yang didapat perusahaan adalah tentang nilai
pelanggan, yang dapat mendukung chanel pelayanan interaksi dengan lebih baik
dan mendukung berbagai keputusan dalam mensinergi penerapan operational dan
atau collaborative CRM dalam proses
penjualan dan pemasaran produk, sehingga keudukannya menjadi sangat esensial
bagi component CRM lainnya.
Analytical CRM merupakan feedback
loop antara interaksi pelanggan yang realtime
yang terjadi pada front-end atau back-end Scorecard untuk menganalisa apa
yang telah terjadi dan bagaimana meningkatkan cara perusahaan berinteraksi
dikemudian hari. Mengatakan bahwa analytical
CRM adalah penggunaan data pelanggan untuk menganalisis, pemodelan dan evaluasi
yang ditujukan untuk mendukung perusahaan untuk membentuk suatu hubungan yang profitable antara perusahaan dan
pelanggannya.
Analytical CRM terdiri
dari semua programming yang
menganalisis data tentang pelanggan perusahaan, sehingga keputusan yang lebih
cepat dan lebih baik dapat dihasilkan.
Berdasarkan sebuah arkitel dalam Info World Analytical CRM dapat
menyediakan hal-hal sebagai berikut :
1) kelompok
segmentasi pelanggan
2) Analisa
profitabilitas, mengetahui pelanggan mana yang profitable selama kurun waktu tertentu
3) personalisasi,
kemampuan untuk memasarkan kepada pelanggan secara personal berdasarkan
data-data yang ada tentang pelanggan itu.
4) event monitoring, yaitu segala aktivitas yang
dilakukan pelanggan yang berkaitan dengan perusahaan dan begitu pula sebaliknya
tindakan perusahaan terhadap segala yang berhubungan dengan pelanggannya,
seperti promosi, transaksi, dan sebagainya.
Analytical
CRM mampu melakukan segmentasi pelanggan, membedakan pelanggan yang
memiliki profitabilitas tinggi dengan tingkat akurasi yang lebih matang, maka return on investement (ROI) akan suatu
pelanggan dapa dipredeksi dengan baik. Dengan pengetahuan tersebut maka
penawaran yang tepat, harga yang tepat dapat ditawarkan pada saat yang tepat,
kepada pelanggan yang memang berpotensi untuk membelinya, hal ini akan
mengoptimasi pelanggan dan perusahaan. Dengan kombinasi informasi tentang
pelanggan dari semua sumber dan sarana informasi vital lainnya yang
berinteraksi dengan pelanggan, maka perusahaan dapat memperoleh gambaran yang
pasti tentang pelanggan dan perilakunya. Dengan demikian mendukung perusahaan
dalam melakukan personalisai terhadap pelanggan dan menyesuaikan diri seiring
dengan kemungkinan perubahan-perubahan yang terjadi dari permintaan pelanggan.
Analytical CRM
digunakan juga sebagai alat untuk mengevaluasi profitabilitas pelanggan,
berdasarkan segmentasi dari hasil analisa yang kuat, dan meningkatkan ROI dari
pelanggan perusahaan. Dengan menganalisa profitabilitas pelanggan, perusahaan
dapat melakukan segmentasi pelanggannya berdasarkan tingkat profitabilitasnya
sehingga dapat menetapkkan target tingkat penjualannya terhadap masing-masing
pelanggan. Langkah selanjutnya adalah menindaklanjuti feedback loop dari hasil analisa yang telah dilakukan untuk
menentukan interaksi selanjutnya yang akan dibangun dengan pelanggan.
3.
Collborative
CRM
Aplikasi pelayanan yang terkolaborasi, seperti e-mail, personalized publishing, e-communities, forum diskusi, dan sarana
lainnya yang dirancang untuk memfasilitasi interaksi antara pelanggan dan pihak
perusahaan.
Perbedaan
operational CRM dan Analytical CRM :

3. Tipe – tipe Lain Dalam Sistem CRM
1. On Demand CRM
Software CRM dapat membantu
tim penjualan menjadi lebih efektif dalam upaya penjualan mereka . Secara
tradisional , bisnis membeli software CRM . Pada permintaan CRM adalah
pengembangan terbaru dalam software CRM . Jenis perangkat lunak CRM host oleh
pihak lain , dan pengguna membayar untuk layanan CRM bulanan bukannya membeli
perangkat lunak .
Berikut ini adalah beberapa on
demand CRM fitur perangkat lunak yang tersedia :
-
Dashboard Manajemen
Penjualan - peningkatan dashboard Nabi OnDemand memungkinkan manajer tim
penjualan untuk mendapatkan gambaran singkat dari status semua proyek penjualan
setiap saat . Update dari kemajuan proyek untuk penjualan individu atau
perwakilan seluruh tim penjualan dapat dilihat . Informasi Dashboard termasuk
pipa penjualan saat ini , perkiraan , perkiraan tanggal penyelesaian proyek ,
dan proyeksi pendapatan .
-
Penawaran Generator
- anggota tim Penjualan dapat membuat kutipan template yang disesuaikan dengan
Nabi OnDemand CRM . Mengedit kutipan mudah karena mereka berada dalam format
Excel . Harga dihasilkan sesuai dengan produk dan layanan yang termasuk dalam
kutipan dan terkait dengan Penjualan Peluang Manager pada Nabi OnDemand untuk
pelacakan cepat dan mudah .
-
Manajer Laporan -
Nabi OnDemand CRM dilengkapi dengan laporan penjualan empat puluh yang siap
untuk digunakan . Pengguna dapat menghasilkan laporan yang menunjukkan pipa
penjualan saat ini , aktivitas , penjualan rekening , dan prospek kehilangan
akun . Beberapa penambahan terbaru ke pilihan laporan adalah Kuota Report ,
Ringkasan Laporan Panggilan , dan Laporan Kemajuan Peluang . Jika laporan
standar tidak sesuai dengan kebutuhan kelompok penjualan Anda , Anda dapat
menggunakan Report Wizard untuk membuat laporan kustom Anda sendiri .
-
Advanced User
Permissions - Perizinan dapat disesuaikan sesuai dengan kebutuhan kelompok
penjualan Anda . Nabi Anda OnDemand CRM dapat diatur untuk memungkinkan anggota
tim penjualan individu untuk melihat informasi dari anggota tim lainnya . Hal
ini membantu mengkoordinasikan upaya-upaya penjualan dengan memungkinkan
anggota tim bekerja pada proyek yang sama atau mirip untuk melihat informasi
mereka rekan kerja , seperti email proyek , kontak, janji , dan status proyek .
Manajer tim dapat diberikan wewenang untuk melihat semua informasi anggota tim
mereka , dan manajemen tingkat eksekutif dapat melihat informasi dari semua
orang di perusahaan .
2. Mobile Customer Relationship Management ( CRM
Ponsel )
Mobile customer
relationship management ( CRM mobile) adalah jenis aplikasi manajemen hubungan
pelanggan yang dirancang untuk dieksekusi , dioperasikan dan diakses melalui
platform mobile .
Ponsel CRM
memungkinkan organisasi untuk menambah, mengedit dan mengelola interaksi dan
hubungan dengan pelanggan saat ini atau calon mereka melalui aplikasi mobile
pada perangkat mobile genggam , PDA dan tablet PC .
Techopedia
menjelaskan Ponsel Customer Relationship Management ( CRM Ponsel ) Ponsel CRM
biasanya dirancang untuk pengguna seperti penjualan atau pemasaran personil
yang sering membutuhkan akses remote ke aplikasi CRM inti organisasi . Ponsel
CRM dapat menjadi perpanjangan dari in-house dikerahkan CRM , diakses
menggunakan aplikasi thin client melalui koneksi VPN yang aman , atau CRM awan
diakses melalui browser Web mobile.
Tergantung pada
vendor / pengembang , ponsel CRM dapat memberikan fungsi dan layanan yang sama
seperti desktop atau CRM khas tanpa perlu instalasi sebelumnya selain aplikasi
mobile thin client untuk mengakses server CRM utama organisasi.
3.
Open Source CRM (open source customer relationship management)
Open source CRM
(open source customer relationship management) adalah ungkapan untuk
menggambarkan solusi CRM terbuka: Itu adalah sistem CRM menggunakan program
open source di mana kode sumber tersedia untuk umum untuk digunakan dan / atau
modifikasi dari desain aslinya gratis (yaitu, terbuka). Buka CRM memberikan
organisasi kontrol atas solusi CRM dan selanjutnya dapat mengembangkan
perangkat lunak sumber terbuka CRM terbaik untuk memenuhi tujuan bisnis
sendiri.
Open source CRM digunakan
oleh bisnis dari semua ukuran-dari bisnis kecil untuk perusahaan-di semua pasar
vertikal. Solusi CRM open source yang tersedia saat ini termasuk OpenCRX,
SugarCRM Community Edition dan Zurmo Open Source CRM.
4.
Rantai Pasokan (Supply Chains)

Gambar 05. Rantai Pasokan
Supply Chain adalah sebuah
sistem yang melibatkan proses produksi , pengiriman, penyimpanan , distribusi
dan penjualan produk dalam rangka memenuhi permintaan akan produk
tersebut.Supply chain didalamnya termasuk seluruh proses dan kegiatan yang
terlibat didalam penyampaian produk tersebut sampai ketangan pemakai
(konsumen). Semua itu termasuk proses produksi pada manufaktur,sistem
transportasi yang menggerakkan produk dari manufaktur sampai ke outlet
retailer,gudang tempat penyimpanan produk tersebut , pusat distribusi tempat
dimana pengiriman dalam party besar dibagi kedalam party kecil untuk dikirim
kembali ke toko-toko dan akhirnya sampai ke retailer yang menjual produk-produk
tersebut.

Gambar 06. Alur Supply Chains
Tujuan dari supply chain adalah untuk
memastikan sebuah produk berada pada tempat dan waktu yang tepat untuk memenuhi
permintaan konsumen tanpa menciptakan stok yang berlebihan atau kekurangan.
Sebuah operasi yang effisien dari supply chain tergantung pada lengkap dan akuratnya aliran data yang berhubungan dengan produk yang diminta dari retailer kepada buyer , sistem transportasi dan kembali ke manufaktur.
Dalam rangka memenuhi stok barang yang tersedia untuk retailer , manufaktur harus menentukan jumlah produk yang diproduksi pada waktu tertentu. Dengan demikian berarti manufaktur harus meramalkan/ membuat perkiraan jumlah penjualan. Dalam hal ini yang terbaik dilakukan adalah bersama-sama dengan retailer menggunakan suatu tolak ukur seperti misalnya CPFR( Collaborative Planning Forecasting and Replenishment ). Ramalan ini digunakan untuk memperkirakan jumlah dan jenis bahan mentah yang harus dibeli, pengapalan dan waktu pengiriman untuk bahan mentah tersebut dan waktu yang dibutuhkan untuk proses di manufaktur. Kemudian barang yang sudah jadi disimpan didalam gudang sampai diorder oleh distributor.
Sebuah operasi yang effisien dari supply chain tergantung pada lengkap dan akuratnya aliran data yang berhubungan dengan produk yang diminta dari retailer kepada buyer , sistem transportasi dan kembali ke manufaktur.
Dalam rangka memenuhi stok barang yang tersedia untuk retailer , manufaktur harus menentukan jumlah produk yang diproduksi pada waktu tertentu. Dengan demikian berarti manufaktur harus meramalkan/ membuat perkiraan jumlah penjualan. Dalam hal ini yang terbaik dilakukan adalah bersama-sama dengan retailer menggunakan suatu tolak ukur seperti misalnya CPFR( Collaborative Planning Forecasting and Replenishment ). Ramalan ini digunakan untuk memperkirakan jumlah dan jenis bahan mentah yang harus dibeli, pengapalan dan waktu pengiriman untuk bahan mentah tersebut dan waktu yang dibutuhkan untuk proses di manufaktur. Kemudian barang yang sudah jadi disimpan didalam gudang sampai diorder oleh distributor.
Struktur dan Komponen dari Supply Chains
Supply chain menyangkut 3 bagian:
Upstream :
dimana asal atau perolehan dari suppliers luar berlangsung
Internal :
dimana pemaketan, perakitan, atau pengolahan ditempatkan
Downstream :
dimana distribusi, seringkali oleh distributor luar
5. Manajemen Rantai
Pasokan
Supply chain management (SCM) adalah suatu Perencanaan, pengorganisasian dan koordinasi dari semua aktifitasnya
supply chains.
E-supply chain: supply chain yang dimanajemen secara elektronik biasanya
menggunakan software berbasis web.
Supply Chain
Management (SCM) sebenarnya istilah ini banyak digunakan dan dan berkembang sejak tahun 1980an. Tetapi banyak
orang yang mengartikan SCM sebagai
pengganti dari istilah logistik. Namun arti yang sebenarnya lebih luas. Supply Chain Management (SCM) adalah integrasi beberapa kunci proses bisnis dari end user hingga
para pemasok yang menyediakan produk, jasa, dan
informasi yang menjadi nilai tambah untuk para
pelanggan dan stakeholder (Douglas M. Lambert et el).
Banyak tipe
perusahaan yang berperan serta dalam aliran supply
chain
management dari supplier, pabrik, distributor, toko atau ritail, serta perusahaan pendukung seperti jasa
logistik.

Gambar 07. Alur Manajemen Supply Chains
Arus/Aliran dalam Supply Chain
·
Arus Material: Semua mengenai produk
fisik, material mentah, persediaan, dan seterusnya, yang mengalir sepanjang
chain. Konsep dari arus material termasuk arus balik-pengembalian produk, daur
ulang produk dan pembuangan material atau produk.
·
Arus informasi: Semua data yang berkaitan
dengan permintaan, pengiriman, pesanan, pengembalian, dan jadwal.
·
Arus keuangan: Semua uang yang ditransfer,
pembayaran, informasi kartu kredit dan perizinan, jadwal pembayaran, e-payments
dan data yang berkaitan dengan kredit
Supply Chain Mempunyai 4 Area Dasar Yang Harus Dibuat :
1.
Fasilitas adalah suatu tempat untuk menyimpan barang yang dirakit atau dibuat. Fasilitas terbagi menjadi dua yaitu produksi (production site) dan tempat penyimpanan (storage site). Lokasi,
kapasitas, serta fleksibilitas sangat berpengaruh
pada kekuatan dari Supply Chain. Jika kapasitas besar dan lokasi sangat strategis maka SCM akan berjalan baik dan berhasil.
2. Inventory adalah semua bahan baku dan barang
jadi. Inventory juga
sangat
berpengaruh pada supply chain.
3. Transportasi adalah perpindahan barang dari
fasilitas satu ke fasilitas lainnya. Transportasi dapat berupa kombinasi rute dan model yang masing-masing memiliki karakter yang berbeda.
4. Informasi
adalah berisi data analisa mengenai ketiga hal diatas ditambah dengan pelanggan. Informasi sangat penting dan mempengaruhi area dari supply chain yang lainnya
Latar Belakang Supply Chain Management
Munculnya SCM
di latar belakangi oleh 2 hal :
1. Praktek
manajemen logistik tradisional yang bersifat adversarial pada era modern ini sudah tidak relevan lagi, karena tidak dapat menciptakan keunggulan kompetitif
2. Perubahan
lingkungan bisnis yang semakin cepat dengan persaingan yang semakin ketat
Manfaat Supply Chain Management
·
Kepuasan pelanggan.
·
Meningkatkan pendapatan.
·
Menurunnya biaya.
·
Pemanfaatan asset semakin tinggi.
·
Peningkatan laba.
·
Apabila
mengacu pada sebuah perusahaan manufaktur, kegiatan-keiatan utama yang masuk
dalam klasifikasi SCM adalah :
- kegiatan merancang produk baru (product
development )
- kegiatan mendapatkan bahan baku (procurement)
- kegiatan merencanakan produksi dan
persediaan
( planning and control )
- kegiatan melakukan produksi ( production
)
- kegiatan melakukan pengiriman ( distribution
)
u Tantangan 1 : Kompleksitas struktur Supply Chain
Adanya kompleksitas yang melibatkan
internal perusahaan maupun eksternal perusahaan.
Internal perusahaan contoh : antara
bagian marketing dengan produksi, marketing seringkali membuat kesepakatan
dengan pelanggan tanpa mengecek secara baik kemampuan produksi, perubahan
jadual produksi secara tiba-tiba karena marketing menyepakati perubahan order
dengan pelanggan. Disisi lain bagian produksi sering resistant dengan perubahan
mendadak.
Dengan eksternal misalnya antara
supplier yang menginginkan pemesanan produknya jauh-jauh hari sebelum waktu
pengiriman dan sedapat mungkin pesanan tidak berubah. Supplier juga
menginginkan pengiriman segera setelah produksinya selesai.
u Tantangan 2 : Ketidakpastian
ketidakpastian menimbulkan
ketidakpercayaan diri terhadap rencana yang dibuat. Sebagai akibatnya,
perusahaan sering menciptakan pengaman di sepanjang supply chain. Pengaman ini
bisa berupa safety stock, safety time, atau kapasitas produksi maupun
transportasi.
Sumber ketidakpastian yaitu :
1. ketidakpastian pembeli,
2. ketidakpastian dari supplier yaitu
terkait dengan pengiriman, harga, kualitas maupun kuantitas,
3. ketidakpastian internal yang bisa
disebabkan kerusakan mesin, kinerja mesin yang tidak sempurna, tenaga kerja
serta waktu maupun kualitas produksi
u Aplikasi
internet dalam konteks Supply Chain Manajement yaitu :
1. Electronic Procurement (
e-Procurement )
2. Electronic Fulfillment (
e-Fulfilment
6.
Informasi Teknologi Pendukung
dalam Manajemen Rantai Pasokan
Sistem SCM sangat penting untuk keberhasilan operasi dari
banyak perusahaan. Sistem ini dan
IOS pada umumnya bergantung
pada berbagai bentuk TI untuk menyelesaikan masalah. Tiga Technologi, khususnya,
memberikan dukungan untuk IOS dan SCM Sistem: Electronic Data interchange, extranet, adn web services.
1.
Electronic Data Interchange
Pertukaran data elektronik (EDI atau Electronic
Data Interchange ) adalah proses transfer data yang
terstruktur, dalam format standar yang
disetujui, dari satu sistem komputer ke sistem
komputer lainnya, dalam bentuk elektronik.
Istilah
ini umumnya dipakai dalam konteks perdagangan dan bisnis, khususnya perdagangan
elektronik atau e-dagang. Biasanya digunakan oleh perusahaan-perusahaan
dalam memudahkan proses pertukaran data transaksi
yang berulang-ulang antar perusahaan. EDI sangat
bergantung kepada pengembangan format standar untuk dokumen-dokumen bisnis
seperti faktur, pesanan
pembelian, dan surat tanda terima. Harus ada persetujuan dari pelaku-pelaku bisnis yang terkait
dan pengakuan di tingkat nasional maupun internasional untuk dapat
menggunakan format-format standar ini dan
mentransmisikan data secara elektronik.
Standar EDI
Kunci dari aplikasi EDI terletak pada kodifikasi dan strukturisasi
data menjadi sebuah format yang umum
dan disetujui. Proses kodifikasi dan strukturisasi dokumen-dokumen untuk
transaksi bisnis tidaklah
sederhana. Standar EDI
dikembangkan di berbagai sektor industri, dalam
berbagai negara, dan
prosesnya dipengaruhi oleh struktur-struktur komite dan prosedur yang rumit.
Berikut adalah beberapa contoh standar EDI: EDIFACT (dirancang oleh PBB), BACS
(digunakkan dalam Britania Raya), ODETTE
(digunakkan dalam industri otomotif Eropa), ANSI X12
(digunakkan dalam berbagai sektor bisnis di Amerika
Utara).
Keuntungan dalam penggunaan EDI
- Penghematan waktu. Pada dasarnya EDI
menggantikan transaksi yang menggunakan kertas menjadi transaksi berbasis elektronik. Hal
ini telah menghemat waktu yang tadinya dialokasikan untuk menulis,
mencetak, dan pengiriman melalui jasa pos.
- Penghematan biaya. Biaya untuk membayar
peralatan, prangko,
jasa pos,
pegawai dan petugas dapat dikurangi karena sistem EDI telah
menyederhanakan semua ini ke dalam sebuah urutan yang sistematis dan
otomatis.
- Minimalisasi kesalahan. Kesalahan yang
sering terjadi dalam pekerjaan manual biasa terjadi karena bekerja
menggunakan kertas dilakukan oleh manusia, sedangkan sistem
EDI adalah sistem
yang berbasis komputer
sehingga kesalahan dalam proses pertukaran informasi dapat dikurangi oleh
kalkulasi komputer.
- Respon yang cepat. Cara pemesanan
tradisional yang menggunakan kertas membutuhkan waktu berhari-hari untuk dokumen-dokumen
transaksi mencapai tujuan pengirimannya. Waktu dalam penungguan ini
sebenarnya mempunyai nilai yang cukup berarti bagi para pelaku bisnis.
Sistem EDI yang menggunakan bentuk elektronik
dalam proses pengiriman dapat dalam sekejap mengirimkan dokumen-dokumen
transaksi kepada para pelaku bisnis
sehingga mereka mempunyai waktu yang lebih banyak untuk menentukan
manuver-manuver bisnis.
- Aliran kas. Siklus dalam perdagangan menjadi
lebih cepat seiring mempercepatnya proses pesanan dan pengiriman yang juga
memengaruhi kecepatan pembayaran. Bertambah cepatnya pembayaran akan
berdampak pada meningkatnya arus kas.
- Peluang dalam bisnis.
Jumlah pelanggan
meningkat dan mereka biasanya hanya akan berbisnis dengan pemasok
yang menggunakan EDI. Persaingan pun meningkat dalam memulai bisnis
baru karena adanya penggunaan EDI. Industri
supermarket dan
perakit kendaraan
merupakan contoh bisnis
yang banyak menggunakan EDI dalam kemitraannya
Penggunaan EDI di Indonesia
Salah satu contoh pengaplikasian EDI di Indonesia dapat
dilihat pada PT EDI Indonesia yang merupakan perusahaan penyelenggara pelayanan
jasa EDI di Indonesia yang
memberikan layanan teknis dan konsultasi.

Gambar 08. EDI
2.
Extranet atau Ekstranet
adalah
jaringan pribadi yang
menggunakan protokol internet dan sistem telekomunikasi publik untuk
membagi sebagian informasi bisnis atau operasi secara aman kepada penyalur (supplier),
penjual (vendor), mitra (partner), pelanggan dan lain-lain.
Extranet
dapat juga diartikan sebagai intranet sebuah perusahaan yang dilebarkan bagi
pengguna di luar perusahaan. Perusahaan yang membangun extranet dapat bertukar
data bervolume besar dengan EDI (Electronic
Data Interchange), berkolaborasi dengan perusahaan lain dalam suatu
jaringan kerjasama dan lain-lain.
3.
Layanan WEB
Layanan web merupakan fenomena yang sangat panas saat ini karena, banyak kelebihan
yang ditawarkan oleh Web Service terutama interoperabilitas tinggi dan
penggunaannya yang dapat diakses kapanpun dan dimanapun selama mesin kita
terhubung oleh jaringan internet salah satunya.
Layanan web
Sepenuhnya berdasarkan standard web dan xml. Web Service dapat membantu:
- Perantara pada integrasi platform
sepanjang eksekusi mesin virtual.
- Integrasi antara Web dan OO middleware.
- Integrasi dari aliran kerja terisolasi
dan sevice-service (Web Services Flow Language - WSFL).
- Pertukaran data pada aplikasi yang
berbeda-beda (X-Schema, XSLT ++)
- (Masa depan: standardisasi dari info
konteks antara web servis dan klien – integrasi servis horizontal).
- Pemain utama dan standard-standard
- Kemampuan aplikasi, fungsi atau operasi
yang di ekspos untuk program lain melalui standard yang terbuka, dan
interoperable.
- “payloads” didefinisikan sebagai XML.
- “transports” melalui http atau Internet
protocol terbuka lainnya.
- Data diakses dari berbagai bahasa
pemrograman , platform hardware atau system operasi.
- Middleware dari Internet.
BAB III
KESIMPULAN
Manajemen
Hubungan Pelanggan ( Customer Relationship Management “CRM” ) merupakan jenis
manajemen yang secara khusus membahas tentang strategi
perusahaan dalam menangani hubungan antara perusahaan dengan
pelanggannya, melalui komunikasi yang mendalam yang
mana tujuannya untuk meningkatkan akuisisi (acquisition), menahan (retention) dan loyalitas pelanggan
serta meningkatkan
hubungan dengan tiap pelanggan guna mencapai pertumbuhan perusahaan yang sehat.
Komponen dalam CRM meliputi :
1. Operasional Sistem
- Customer-Facing
Application
- Customer-Touch Application
2. Analisis CRM
Tipe – tipe lain dari CRM
ialah :
1. On Demand CRM
2. Mobile Customer Relationship Management ( CRM Ponsel
)
3. open source CRM (open source customer relationship
management)
Dalam Manajemen CRM ada juga yang disebut dengan
rantai pasokan atau Supply Chains yaitu sebuah
sistem yang melibatkan proses produksi , pengiriman, penyimpanan , distribusi
dan penjualan produk dalam rangka memenuhi permintaan akan produk tersebut. Supply chain didalamnya termasuk
seluruh proses dan kegiatan yang terlibat didalam penyampaian produk tersebut
sampai ketangan pemakai (konsumen).
Struktur dan Komponen dari Supply Chains
Supply chain menyangkut 3 bagian:
Upstream :
dimana asal atau perolehan dari suppliers luar berlangsung
Internal :
dimana pemaketan, perakitan, atau pengolahan ditempatkan
Downstream :
dimana distribusi, seringkali oleh distributor luar
Dalam CRM ini juga menyangkut Informasi Teknologi
Pendukung dalam Manajemen Rantai Pasokan. Sistem SCM sangat penting untuk keberhasilan operasi dari banyak
perusahaan. Sistem ini dan
IOS pada umumnya bergantung
pada berbagai bentuk TI untuk menyelesaikan masalah. Tiga Technologi, khususnya,
memberikan dukungan untuk IOS dan SCM Sistem: Electronic Data interchange, extranet, adn web services.
Sekian Kesimpulan mengenai pembahasan tentang CRM dari
kami.
PENUTUP
Demikianlah yang dapat kami paparkan mengenai materi yang
menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya,
kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya
dengan judul makalah ini.
Penulis banyak berharap para pembaca bersedia untuk memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar